Langsung ke konten utama

Sejarah Desa Banyior


Banyior adalah nama desa yang terletak di Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Desa yang memiliki banyak potensi alam, menyimpan sejarah yang begitu besar. Kata Banyior pada awalnya merupakan "Benyior" yang memiliki arti "sabe" dalam bahasa Madura atau "sawah" dalam bahasa Indonesia serta "bungka'an nyior"  atau dalam bahasa Indonesia adalah pohon kelapa. 

Pada zaman dahulu, menurut para leluhur yakni pada zaman penjajahan atau sekitar tahun 1994, terdapat suatu daerah. Daerah tersebut merupakan daerah persawahan yang banyak ditumbuhi pohon kelapa pada setiap sisinya. Tumbuhan kelapa yang sangat lebat di daerah tersebut sering dijadikan tempat persembunyian warga dari para penjajah, selain menjadi tempat persembunyian warga tempat tersebut sering pula menjadi tempat persembunyian maling. 

Suatu hari terjad sebuah peristiwa unik, dimana warga sekitar daerah tersebut banya melintas dihari itu dan banyak buah kelapa yang berjatuhan dari pohon kelapa tersebut. Buah kelapa yang jatuh menjadi rebutan warga daerah tersebut yang melintas, ketika buah kelapa jatuh seketika para warga menyebutnya "be nyior" atau "ada kelapa" sambil berlari memperebutkan kelapa tersebut. Seringnya warga menyebut " be nyior" di daerah tersebut sampai saat ini desa ini dikenal dengan sebutan "Banyior".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Produk Unggulan Suju dan Sijago KKN 12 Universitas Trunojoyo Madura

Desa Banyior/ KKN 12 UTM - Pada Sabtu, 06/07/2019 mahasiswa KKN 12 Universitas Trunojoyo Madura,  lakukan sosialisasi pembuatan produk unggulan Susu Jagung yang diberi nama "Suju" dan produk Unggulan sirup jagung dengan nama "Sijago". Produk unggulan yang dibuat oleh kelompok KKN 12 Universitas Trunojoyo Madura berbahan dasar jagung dengan beberapa campuran bahan lainnya. 
Antusiasme masyarakat untuk mengikuti sosialisai pembuatan Suju dan Sijago sangat baik, masyarakat desa Banyior sangat senang untuk membuat dan mencicipi susu jagung dan sirup jagung yang merupakan produk unggulan kelompok KKN 12 Universitas Trunojoyo Madura.




Pemilihan jagung sebagai bahan dasar pembuatan produk unggulan dikarenakan jagung merupakan salah satu penghasilan desa Banyior atau potensi desa yang cukup menghasilkan.
Bahan Pembuatan Susu Jagung (SUJU) dan Sirup Jagung (SIJAGO) :
1. 2 buah jagung manis ukuran besar (iris jagung atau pisahkan dari tongkolnya)
2. 1 liter air bersih
3. 100…

Turut tingkatkan mutu pendidikan, KKN 12 UTM bantu mengajar di Sekolah Dasar Negeri Banyior 1

Bangkalan - Senin 15 Juli 2019 Mahasiswa KKN 12 Universitas Trunojoyo Madura yang melakukan pengabdian masyarakat di Desa Banyior, ikut serta dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Desa Banyior dengan terjun langsung ke SDN (Sekolah Dasar Negeri)  Banyior 1. 
SDN  Banyior  1 terletak di dusun Lenden, desa Banyior. Seperti sekolah dasar pada umumnya, SDN Banyior 1 terdiri dari 6 kelas (kelas 1 - kelas 6) dan ruang kepala sekolah. SDN Banyior 1 dipimpin oleh Pak Edi sebagai kepala sekolahnya. 
Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 12 UTM bertujuan untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan di desa Banyior. Sasaran pengajaran yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 12 UTM adalah skill atau kemampuan mereka terutama dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Selain melakukan pengajaran, KKN 12 UTM akan mengadakan beberapa perlombaan untuk meningkatkan semangat belajar siswa-siswi  desa Banyior.


"Sebenarnya kami lebih ingin melatih skill mereka terutama da…

Penanaman Bibit Kelapa Genjah dan Bercocok Tanam Padi Di Desa Banyior

Halo selamat malam sahabat setia pembaca blog KKN 61 UTM. dan kali ini kami hadir kembali dengan berbagai informasi kegiatan pada hari ini, yakni: membantu penanaman 500 bibit kelapa genjah di Dusun Banyior, yang diawasi langsung oleh Ibu Saudah selaku perwakilan dari Dinas Pertanian Bangkalan, penanaman bibit kelapa genjah dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Januari 2019 pukul 14.00 wib.      Setelah kegiatan penanaman bibit kelapa genjah, kami beralih ke kegiatan belajar bercocok tanam padi yang langsung dibimbing oleh Ibu Saudah. dari kegiatan hari ini banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang kami peroleh. Sehingga, kami dapat mendalami ilmu bercocok tanam yang secara tidak langsung dapat memengaruhi cara pandang kami terhadap tumbuh-tumbuhan. Sekian dulu pengalaman yang dapat kami sampaikan kepada sahabat pembaca setia blog ini. Jangan lupa untuk mampir kembali ke blog KKN 61 UTM. Terima kasih.